Menu

Dishub Lakukan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ

  • Senin, 14 September 2015
  • 3099x Dilihat

Permasalahan yang dihadapi Kota Denpasar sama seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia, salah satunya permasalahan yang dihadapi, yakni kemacetan lalu lintas. Akibat pembangunan yang pesat di samping juga Denpasar merupakan jalur lalu lintas yang sangat padat akibat mengingkatnya kepemilikan kendaraan bermotor. Terlebih lagi kurang disiplinnya pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat, termasuk pelajar yang sering berperilaku ugal-ugalan tanpa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan, sehingga menimbulkan kemacetan. Demikian disampaikan Pejabat Walikota Denpasar, AA Gede Geriya, saat membuka pembinaan dan pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) di gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Jumat (11/9).

Mengatasi permasalahan tersebut berbagai langkah telah dilakukan Pemerintahan Kota Denpasar melalui Dinas Perhubungan dengan menata manajemen lalu lintas. Bahkan membangun taman lalu lintas untuk memberikan pembinaan pada masyarakat, termasuk memberikan edukasi sejak dini. Termasuk juga membuat lajur khusus roda dua dan membuat zona selamat sekolah di beberapa sekolah serta penataan parkir lalu lintas. Untuk memantau pergerakan lalu lintas, Pemerintah Kota Denpasar telah memasang ATCS di 24 titik termasuk menyediakan angkutan pengumpan secara gratis.

Diharapkan, dengan adanya pembinaan dan pemilihan pelajar pelopor untuk keselamatan berlalu lintas dan angkutan jalan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terutama pelajar dalam berlalu lintas. Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Gde Astika, menyatakan, dari jumlah kecelakaan yang terjadi selama ini 70 persen terjadi pada pelajar. Untuk itu salah satu langkah yang diambil dengan melakukan pembinaan dan pemilihan pelajar pelopor untuk keselamatan berlalu lintas dan angkutan jalan. Dengan adanya pemilihan pelajar pelopor semacam ini dapat memotivasi pelajar yang lain untuk lebih peduli terhadap keselamatan berlalu lintas. Melalui kegiatan ini juga berharap dapat mendorong penurunan pelanggaran berlalu lintas terutama menurunkan kecelakaan berlalu lintas yang disebabkan faktor pengendara. Kegiatan ini juga untuk mewujudkan peran serta masyarakat dalam memberikan penilaian terhadap perilaku pelajar dalam berdisiplin berlalu lintas.

Untuk pembinaan dan pemilihan pelajar pelopor diikuti perwakilan pelajar SMA/SMK se-Kota Denpasar yang berjumlah 60 orang. Dalam pemilihan ini, para pelajar ini mempresentasikan tentang ide mewujudkan keselamatan berlalu lintas. Dalam memilih pelajar pelopor keselamatan berlalu lintas, Dinas Perhubungan Kota Denpasar melibatkan unsur Kepolisian, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Perlindungan Masyarakat Kota Denpasar, Unsur PT. AK. Jasa Raharja. Adapun hasil pemilihan pelajar pelopor lalu lintas, SMK Harapan juara I dengan nilai 81,40, juara II SMK Santo Yosep dengan nilai 76,73 dan juara III SMAN 3 Denpasar dengan nilai 76,70.