Diskusi Publik bertajuk “Kemacetan Kota Denpasar: Tantangan Urban dan Solusi Kolaboratif” digelar pada Kamis (26/2/2026) di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat dalam merumuskan langkah konkret mengatasi persoalan kemacetan yang kian kompleks di ibu kota Provinsi Bali tersebut.
Bertempat di Gedung Graha Sewaka Dharma, yang selama ini menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan forum publik di Kota Denpasar, diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan berbagai perspektif. Para peserta menyoroti pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan, meningkatnya mobilitas penduduk dan wisatawan, hingga tantangan tata ruang perkotaan yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sejumlah narasumber menekankan bahwa kemacetan di Denpasar bukan sekadar persoalan lalu lintas, melainkan isu urban yang berkaitan erat dengan perencanaan wilayah, transportasi publik, hingga perubahan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan tidak bisa parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Diskusi publik ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan berkelanjutan. Dengan semangat kolaboratif, seluruh pihak yang terlibat sepakat bahwa penanganan kemacetan di Denpasar memerlukan komitmen bersama demi mewujudkan kota yang nyaman, produktif, dan berdaya saing.