Menu

Kunjungan Dishub Kota Denpasar Ke Bandung Command Center

  • Jumat, 20 November 2015
  • 3569x Dilihat

Dinas Perhubungan Kota Denpasar dan Dinas Kominfo Kota Denpasar melakukan kunjungan kerja ke Bandung, Selasa, 17/11/2015. Dalam kunjungan tersebut ikut serta juga perwakilan dari Bappeda Kota Denpasar dan Kepala UPT Call Center Kota Denpasar. Adapun maksud dan tujuan kunjungan kerja tersebut adalah untuk mengetahui system dan fungsi perangkat dari masing – masing aplikasi yang ada di Bandung Command Center.

Rombongan diterima oleh Kadis Kominfo serta jajaran staff Pemkot Bandung  pada pukul 10.00 WIB bertempat di ruang rapat Kantor Walikota Bandung . Kunjungan dibuka oleh Bapak Kadis Kominfo Kota Bandung yang memaparkan tentang sejarah singkat serta letak geografis dari Kota Bandung dan beberapa program baik yang sudah ataupun yang akan dicanangkan dibawah kepemimpinan Walikota Bandung Bapak Ridwan Kamil. Adapun salah satu program menarik yang ada disana  sebagaimana yang dipaparkan oleh Bapak Kadis Kominfo Bandung dan staff Pemkot Bandung yaitu adanya Hari - Hari Tematik seperti :                  

                                                -      Senin : Hari tanpa Nasi , Bus Damri Gratis , Gerakan Pungut Sampah.

-      Selasa : Hari tanpa tembakau .

-      Rabu : Hari Sunda, berpakaian Sunda dan Berbahasa Sunda .

-      Kamis : English Day, Hari Berbahasa Inggris.

-      Jumat : Hari bersepeda.

-      Sabtu : Hari Kuliner .

-      Minggu : Car Free Night.

Selain itu dijelaskan juga upaya yang dilakukan oleh pemkot Bandung terkait mengurangi kemacetan yang seringkali terjadi di Kota Bandung yakni :

-  Membuat kereta gantung .

-  Bersepeda.

-  Trans Metro Bandung.

-  Bis Sekolah.

-  Bandung Bis Pariwisata (Bandros).

-  Monorel.

Setelah puas berbincang – bincang dengan Kadis Kominfo Kota Bandung beserta staff Pemkot Bandung , rombongan kemudian diajak mengunjungi Bandung Command Center untuk mengetahui secara real  kondisi dan cara kerja disana .

          Di dalam ruangan Bandung Command Center rombongan disambut oleh operator yang bertugas disana dan dijelaskan mengenai fungsi utama dari Bandung Command Center yaitu untuk memudahkan pengambilan keputusan secara cepat serta untuk memonitor kemacetan, banjir dan melakukan penyebaran pengawasan informasi secara real time, dijelaskan pula untuk jumlah operator yang ada di Command Center berjumlah 15 orang yang memang semuanya ahli di bidang IT. Setelah itu operator juga mensimulasikan cara kerja dan kecanggihan aplikasi – aplikasi dari dinas – dinas serta SKPD terkait yang sudah terhubung  dengan Command Center. Disimulasikan pula salah satu aplikasi andalan dibidang keamanan yang baru dirilis oleh pemkot Bandung yaitu aplikasi Panic Button dimana aplikasi ini berfungsi untuk membantu warga yang sedang dalam kondisi bahaya. Aplikasi Panic Button ini dapat diunduh di Google Play Store. Dalam penggunannya, warga yang ada dalam kondisi bahaya dapat menekan tombol SOS sebanyak tiga kali di aplikasi yang sudah terinstall ini, kemudian dalam 15 detik maka smartphone akan mengirim sinyal peringatan ke Bandung Command Center yang ada di Balai Kota Bandung. Dari Bandung Command Center akan terlihat posisi dari warga yang meminta bantuan tersebut dan kemudian akan dihubungkan dengan petugas keamanan / polisi terdekat untuk segera diberikan pertolongan.

          Dijelaskan juga oleh pihak Pemkot Bandung terkait kedepannya untuk pengembangan membangun Kota Bandung menjadi Smart City diterangkan bahwa jajaran dinas Kota Bandung dinstruksikan langsung oleh Walikota Bandung bpk. Ridwan Kamil untuk membangun aplikasi-aplikasi berbasis online seperti (Perijinan Online, Pajak Online, Pelayanan akte Online,dll) untuk setiap SKPD minimal harus memiliki 4-5 aplikasi, serta agar dibangun juga Command Center di setiap kecamatan dan pembangunan Control Room di setiap SKPD. Dan biaya yang sudah disiapkan untuk membangun Kota Bandung menjadi smart city sebesar 100 miliar rupiah dimana sebanyak 60 miliar rupiah akan disebar ke dinas-dinas lainnya dan 40 miliar dialokasikan ke Diskominfo untuk pengembangan software dan hardware.