Menu

Lomba Dokar Hias Kreatif Dalam Rangka HUT ke-228 Kota Denpasar

  • Kamis, 25 Februari 2016
  • 2407x Dilihat

Rabu (24/2) kemarin kompetisi dokar hias kreatif yang digelar Dishub Kota Denpasar serangkaian HUT ke-228 Kota Denpasar dilangsungkan di depan Museum Bali menjadi daya tarik masyarakat Kota Denpasar. Sebanyak 50 dokar yang didandani dengan ornamen janur dan pepatran khas Bali dan tulisan bertemakan HUT ke-228 Kota Denpasar.

Dokar-dokar tersebut berjejer rapi di sebelah timur Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung, tepatnya di depan Museum Bali. Awalnya sempat diguyur hujan lebat, namun tak sedikit pun mengurangi antusias dan semangat masyarakat Kota Denpasar untuk menyaksikan dan turut serta menaiki dokar-dokar hias tersebut mengelilingi Kota Denpasar. Dokar hias kreatif yang menjadi agen tahunan dalam rangka HUT Kota Denpasar dibuka Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Gede Astika.

I Gede Astika mengatakan, tujuan dari diadakannya kompetisi dokar hias kreatif ini untuk melestarikan dan mengenalkan jenis kendaraan dokar yang sudah ada sejak zaman dahulu kepada generasi muda. Selain itu, lomba dokar hias kreatif juga sebagai ajang edukasi dan pengenalan macam-macam jenis moda transportasi kepada masyarakat Kota Denpasar. Sehingga dengan pengenalan berbagai macam moda transportasi, masyarakat Kota Denpasar bisa memilih alat transportasi mana yang ingin digunakan untuk beraktifitas, jasa transportasi tradisional dan ramah lingkungan sperti dokar ini.

Seluruh dokar yang ikut berkompetisi berasal dari dua kelompok, yakni Kelompok Pasar Badung dan Kelompok Kampung Islam Kepaon. Dari Kelompok Pasar Badung berjumlah 9 unit dokar dan dari Kelompok Kampung Islam Kepaon berjumlah 41 unit dokar hias. Kelompok penyedia jasa dokar Pasar Badung sehari-harinya beroperasinya  di pusat Kota Denpasar, sementara Kelompok Kampung Islam Kepaon beroperasi ke wilayah Kuta.

Salah satu tim juri, Ketut Gandhi mengatakan, tim juri yang dilibatkan dari Dinas Perhubungan yang menilai dari segi kelayakan dokar, Dinas Kebudayaan yang menilai dari segi keindahan aksesoris dokar, Dinas Peternakan yang menilai dari segi kualitas kesehatan kudanya dan Dinas kebersihan dan Pertamanan menilai segi kebersihan tampilan dokar.  Ada juga tim juri dari Dinas Pariwisata . Karena tujuan awal dari adanya dokar ini juga merupakan wahana promosi pariwisata, sehingga unsur-unsur tadi turut mendukung sektor kepariwisataan di Kota Denpasar. Tujuan kedepan dari pelaksanaan kompetisi dokar hias ini juga untuk mendukung program Pemerintahan Kota Denpasar, yaitu Denpasar City Tour.