Dinas Perhubungan Kota Denpasar mulai melakukan uji coba rekayasa arus lalin di Bundaran Akasia (Simpang Akasia-Hayam Wuruk-Anyelir), Kamis (19/5) hari ini. Kendaraan dari arah Jalan Hayam Wuruk Selatan yang hendak ke Jalan Akasia atau Jalan Anyelir, harus melewati Jalan Pandu dan Jalan Narakesuma terlebih dahulu. Sementara itu, dari arah Jalan Akasia dan Jalan Anyelir dilarang belok kanan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Denpasar, I Nyoman Sustiawan SH, mengatakan pengalihan arus dalam rangka memecah kekroditan ini baru tahap uji coba. Sebanyak 25 personil akan diterjunkan untuk melakukan uji coba lalin ini. Diharapkan masyarakat pengguna jalan bisa bersabar dan paham dengan kondisi pengalihan arus lalin tersebut. Rekayasa lalin ini dilakukan untuk meminimalkan terjadinya crossing (penumpukan) di sekitar areal Bundaran Akasia. Sebab selama ini, kendaraan yang masuk dari Jalan Hayam Wuruk Selatan menuju Jalan Akasia maupun Jalan Anyelir selalu berebut untuk bisa mendahului. Alhasil, kondisi bundaran menjadi krodit pagi hari (jam masuk sekolah/kerja), sore hari (jam pulang kerja), bahkan pada malam hari.
Seperti diketahui, Bundaran Akasia-Hayam Wuruk-Anyelir menjadi salah satu persimpangan yang sangat krodit di Kota Denpasar sepanjang hari. Jalur ini menjadi penghubung dari Denpasar ke Gianyar, sehingga setiap waktu ada pergerakan arus lalu lintas yang cukup padat. Terlebih ketika hari kerja dan setiap malam hari, antrian kendaraan dari arah Jalan Hayam Wuruk Selatan maupun Jalan Hayam Wuruk Barat kerap terjadi penumpukan. Bagi kendaraan roda dua masih bisa leluasa menghindar kemacetan dengan mencari celah-celah, namun untuk kendaraan roda empat harus sabar menunggu giliran untuk bisa melanjutkan perjalanan, apalagi di kawasan ini jarang ada petugas yang mengaturnya.